Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Berita Politik : Pidato ‘Indonesia Menang’ Menurut Kacamata Rakyat

Berita Politik : Pidato ‘Indonesia Menang’ Menurut Kacamata Rakyat

Sebentar lagi akan diadakan pemilihan Presiden Indonesia yang akan diselenggarakan pada bulan April. Masyarakat Indonesia tentunya sedang sibuk memantau dua kandidat yang masuk dalam daftar CAPRES dan CAWAPRES Indonesia 2019. Berita politik yang ada hari ini pun terus dihubungkan dengan kedua kandidat ini. Beripublik yang muncul tentang pidato ‘Indonesia Menang’ yang digelar oleh capres dan cawapres nomor 2 pun turut menjadi penilaian.  

Berita Politik
 
Dalam berbagai upaya para capres dan cawapres tentunya akan menunjukkan kelayakan mereka untuk menjadi Presiden Indonesia berikutnya. Meski begitu kacamata masyarakat tetaplah memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menetapkan pilihan. 
 
Opini Masyarakat Tentang Pidato ‘Indonesia Menang’
Pendapat yang muncul dari Tim Kampanye Nasional Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pidato tersebut mendaur ulang isu yang sudah terjadi. Rakyat tentu memiliki penilaian sendiri atas pidato yang disampaikan. Isu lama atau pun baru yang disampaikan oleh paslon nomor 2 tentunya akan menjadi penilaian tersendiri bagi rakyat. Mata rakyat tentunya bisa bersikap objektif dalam menilai berbagai upaya yang dilakukan oleh para paslon.
 
Bagi masyarakat yang cerdas tentu saja membuktikan pidato bertajuk ‘Indonesia Menang’ dengan berbagai data-data pendukung. Jika ada yang menelannya bulat-bulat atau langsung percaya itu merupakan pilihan. Setiap orang berhak untuk menentukan pilihannya, hak suara menjadi hak veto dari masing-masing pemilik identitas. 
 
Pidato yang disampaikan paslon nomor 2 pada Senin, 14 Januari 2019 kemarin memang menimbulkan berbagai kontroversi. Hal ini terlihat dari ramainya berita politik yang membahas ini. Pemaparan berbagai visi-misi sekaligus mengkritik beberapa kebijakan pemerintah dari bidang ekonomi dan juga aparat negara. Dua aspek yang dianggap menjadi permasalahan penting hari ini. Kedua paslon yang ada tentunya memiliki visi-misi untuk membuat Indonesia menuju ke arah yang lebih baik lagi. 
 
Seperti yang diinginkan seluruh rakyat Indonesia agar semua aspek permasalahan ke depannya dapat teratasi. Sama-sama diketahui beberapa masalah yang terjadi di Indonesia hari ini salah satunya terkait dengan beras. Para petani yang bersedih karena saat panen beras, justru pasokan beras dari luar negeri ikut banjir. Tidak hanya beras, tetapi berbagai sembako lainnya. 
 
Hal ini tentu saja memerlukan kebijakan untuk mengatasinya agar bisa mendapatkan solusi terbaik untuk seluruh pihak. Rakyat tentu dapat menelusuri dengan jauh seluk-beluk dari permasalahan yang terjadi ini. Masalah Indonesia yang ada hari ini tentu bukan hanya akan menjadi pemikiran aparat pemerintah atau Presiden ke depannya. Tetapi menjadi upaya bersama untuk sama-sama bangkit memperbaiki segala aspek yang ada. 
 
Pemilihan Presiden tentu saja bukan sekadar menjadi evaluasi untuk aparat tertentu, tetapi juga menjadi evaluasi seluruh rakyat Indonesia. Sudah sejauh apa kontribusi yang kita lakukan untuk Indonesia hari ini. Apa pun visi-misi yang akan disampaikan oleh para paslon, pemilihan umum tetap harus dijaga agar berjalan dengan damai. Sebab pemilihan yang dilakukan adalah untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik ke depannya dalam segala aspek. 
 
Pidato yang disampaikan oleh paslon nomor 2 bukanlah menjadi bahan tudingan atau cercaan, tetapi menjadi bahan untuk sama-sama melihat kekuatan dari visi-misinya. Tetaplah berpikir secara objektif agar bisa didapatkan sebuah hasil pikiran yang jernih dan tentunya tanpa melibatkan emosional. 
 
Kita semua tentu ingin pemilihan Presiden berjalan dengan pelaksanaan yang demokrasi, tanpa adanya kericuhan. Hal ini dapat berjalan jika mendapatkan dukungan dan kerja sama semua rakyat Indonesia untuk bersikap damai. Apa pun hasil pemilu nantinya, seluruh keinginan tertuju untuk Indonesia yang lebih maju ke depannya. Indonesia dapat menjadi negara yang semakin meningkat kualitasnya di berbagai bidang.
Aksi Kontroversial Iis Dahlia di Ajang Pencarian Bakat

Aksi Kontroversial Iis Dahlia di Ajang Pencarian Bakat

Berita Indonesia terbaru – Nama penyanyi dangdut Iis Dahlia saat ini kembali banyak diperbincangkan di masyarakat. Sayangnya, bukan karena karya yang dihasilkan tetapi karena aksi kontroversialnya di sebuah ajang pencarian bakat. 

Sudah akrab di telinga kita tentang ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di Indonesia. Paling tidak saat ini ada dua stasiun TV swasta yang berlomba untuk menyelenggarakan kompetisi bernyanyi dangdut terbesar di Indonesia. Salah satunya adalah program pencarian bakat bertajuk KDI dimana Iis Dahlia didapuk menjadi salah satu jurinya. 

Berita Online Terkini

Dalam proses audisi, Iis Dahlia memberikan kritikan pedas untuk salah satu peserta. Namun bukan kritik karena suara atau teknik bernyanyinya. Peserta yang baru berusia 16 tahun itu dikritik karena penampilannya yang dinilai tidak pantas untuk mengikuti audisi pencarian bakat. Kabar ini tersebar luas dan menjadi berita online terkini yang banyak dilihat warganet.

Dalam video audisi tersebut, Iis Dahlia dengan tegas memberikan kritik untuk penampilan Waode yang berasal dari Bau Bau. Menurut Iis Dahlia, Waode tampil terlalu biasa bahkan cenderung tidak layak. Pakaian yang dipakai Waode terlalu sederhana dan wajahnya sangat polos tanpa sapuan make up sedikitpun.

Menuai Kritik
Kontan saja aksi Iis Dahlia ini menuai banyak kritikan dari para warganet. Banyak yang berpendapat bahwa tindakan Iis Dahlia terlalu berlebihan dan sangat kasar. Banyak yang memberikan dukungan mereka kepada Waode karena menurut mereka penampilan tidaklah penting dalam sebuah kompetisi bernyanyi.

Berita Indonesia Terbaru yang heboh ini juga ikut mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak. Sang ketua, Arist Merdeka Sirait menyayangkan sikap Iis Dahlia mengingat usia Waode masih 16 tahun. Menurutnya, perilaku tersebut merendahkan martabat dan cenderung berupa paksaan agar Waode tampil sesuai dengan kebutuhan juri dan rating.

Tampaknya Arist dan sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki pemikiran yang sama bahwa sikap Iis Dahlia bisa memberikan dampak buruk pada kondisi psikologis anak. Namun, meskipun begitu ada juga sebagian kecil orang yang masih memberikan dukungannya kepada Iis Dahlia dan menganggap semua itu hanyalah skenario belaka.

Indonesia Dan Australi kembali Memanas


indo asutrali
Indonesia memang sering dikabarkan bersitegang dengan australi karena australi memang sering melanggar batasan-batasan dalam bernegara. Baru-baru ini pun Indonesia kembali bersitegang dengan autrali, seperti yang absolutediane.com kutip dari liputan6.
Indonesia kembali bersitegang dengan Australia. Memang bukan hal baru. Hubungan kedua negara dikenal tidak stabil, khususnya terkait kerja sama militer. Diketahui, Indonesia-Australia baru saja menyelesaikan latihan militer bersama mereka pada September 2016, setelah menanti 20 tahun, sejak 1995. Saat itu, beberapa kerja sama militer dihentikan terkait ketegangan yang muncul karena keterlibatan Australia di krisis Timor Leste.

Namun, kemesraan kedua negara tidak berlangsung lama. Nyatanya pada pertengahan Desember 2016, TNI melayangkan permintaan penghentian kerja sama militer yang sudah terjalin, untuk sementara waktu. Baik latihan maupun tukar-menukar perwira.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo buka suara mengenai alasan ‎penghentian sementara kerja sama tersebut pada awal Januari 2017. Kabarnya, selama kerja sama itu dijalankan, Indonesia telah mengirimkan pasukan khusus Angkatan Darat (AD) ke Australia untuk mengajar para prajurit militer Australia. Namun ternyata kurikulum yang diterapkan dan perilaku militer Australia menunjukkan sikap yang mendiskreditkan.

Apa respons di pihak seberang?

Pemerintah Australia menanggapi serius penghentian sementara kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Menurut TNI, penundaan ini didasari sejumlah persoalan teknis. Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan, kepala militer negaranya sudah melakukan kontak dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Investigasi akan dilakukan