Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Beberapa Fakta Menarik Hasil Real Count Pilpres 2019 KPU 25 April 2019

Berita real count pilpres 2019


Berita real count pilpres 2019 terbaru yang dilakukan oleh KPU hari kamis tanggal 25 April 2019 pukul 08.00 WIB, ada sebanyak 32,41938 % data yang masuk. Lalu siapa yang paling unggul antara Jokowi vs Prabowo? Kamu bisa memantau hasil real count Pilpres 2019 yang dilakukan KPU melalui situs resminya yaitu https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitungsuara/. Real Count yang dilakukan KPU terbagi kedalam beberapa wilayah pemilihan dimana ada sebanyak 35 wilayah sudah termasuk wilayah pemilihan luar negeri. Hasil perhitungan yang sekarang belum final karena masih menunggu seluruh datanya masuk.

Berikut beberapa fakta menarik hasil real count Pilpres 2019 KPU 25 April 2019 diantaranya yaitu :

1.       Pasangan Nomor Urut 01 Masih Unggul

Hasil Real Count Pilpres 2019 per tanggal 25 April 2019 pukul 08.00 WIB. Pasangan calon nomor urut 01 yaitu Joko Widodo dan Ma’ruf Amin masih unggul dengan perolehan suara sebanyak 27.657.375 atau sekitar 55.81 %. Sedangkan untuk pasangan calon nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memperoleh suara sebanyak 21.897.226 atau sekitar 44,19 %.

2.                     Rincian Perolehan Suara Di Beberapa Wilayah Pemilihan :

a.                      Di Aceh :

·         Jokowi – Ma’ruf 210.446.

·         Prabowo – Sandi 1.023.321.

b.      Di Sumatera Utara :

·         Jokowi – Ma’ruf 1.659.450.

·         Prabowo – Sandi 1.318.676.

c.       Di Sumatera Barat :

·         Jokowi – Ma’ruf 235.856.

·         Prabowo – Sandi 1.530.421.

d.      Di RIAU :

·         Jokowi – Ma’ruf 579.903.

·         Prabowo – Sandi 852.258

e.      Di Jambi :

·         Jokowi – Ma’ruf 456.414.

·         Prabowo – Sandi 570.785.

f.        Di Sumatera Selatan :

·         Jokowi – Ma’ruf 855.147.

·         Prabowo – Sandi 1.282.023.

g.       Di Bengkulu :

·         Jokowi – Ma’ruf 582.136.

·         Prabowo – Sandi 584.765.

h.      Di Lampung :

·         Jokowi – Ma’ruf 986.046.

·         Prabowo – Sandi 732.565.

i.         Di Kepulauan Bangka Belitung :

·         Jokowi – Ma’ruf 369.528.

·         Prabowo – Sandi 210.158.

j.        Di Kepulauan Riau :

·         Jokowi – Ma’ruf 353.426.

·         Prabowo – Sandi 285.963.

k.       Di DKI Jakarta :

·         Jokowi – Ma’ruf 973.783.

·         Prabowo – Sandi 865.556.

l.         Di Jawa Barat :

·         Jokowi – Ma’ruf 1.862.613.

·         Prabowo – Sandi 2.258.809.

m.    Di Jawa Tengah :

·         Jokowi – Ma’ruf 5.705.234.

·         Prabowo – Sandi 1.698.729.

n.      Di DI Yogyakarta :

·         Jokowi – Ma’ruf 632.588.

·         Prabowo – Sandi 260.503.

o.      Di Jawa Timur :

·         Jokowi – Ma’ruf 3.744.594.

·         Prabowo – Sandi 1.680.734.

p.      Di Banten :

·         Jokowi – Ma’ruf 617.236.

·          Prabowo – Sandi 1.017.800.

q.      Di Bali :

·         Jokowi – Ma’ruf 1.204.595.

·         Prabowo – Sandi 92.240.

r.        Di Nusa Tenggara Barat

·         Jokowi – Ma’ruf 282.989.

·         Prabowo – Sandi 629.347.

s.       Di Nusa Tenggara Timur

·         Jokowi – Ma’ruf s844.064.

·         Prabowo – Sandi 109.707

t.        Di Kalimantan Barat :

·         Jokowi – Ma’ruf 943.111.

·         Prabowo – Sandi 778.349.

u.      Di Kalimantan Tengah :

·         Jokowi – Ma’ruf 458.603.

·         Prabowo – Sandi 289.880.

v.       Di Kalimantan Timur :

·         Jokowi – Ma’ruf 452.585.

·         Prabowo – Sandi 315.675.

w.     Di Sulawesi Utara :

·         Jokowi – Ma’ruf 459.204.

·         Prabowo – Sandi 162.510.

x.       Di Sulawesi Tengah :

·         Jokowi – Ma’ruf 324.169.

·         Prabowo – Sandi 256.043.

y.       Di Sulawesi Selatan :

·         Jokowi – Ma’ruf 934.648.

·         Prabowo – Sandi 212.356.

z.       Di Sulawesi Tenggara :

·         Jokowi – Ma’ruf 455.406.

·         Prabowo – Sandi 666.978.

Dan masih ada di beberapa wilayah pemilihan lainnya seperti Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Kalimantan Barat. Dan untuk perolehan suara di luar negeri Pasangan Jokowi Ma’ruf lebih unggul dengan perolehan suara sebanyak 313.523. Sedangkan untuk pasangan Prabowo Sandi sebanyak 115.907 suara.
Berita Politik : Pidato ‘Indonesia Menang’ Menurut Kacamata Rakyat

Berita Politik : Pidato ‘Indonesia Menang’ Menurut Kacamata Rakyat

Sebentar lagi akan diadakan pemilihan Presiden Indonesia yang akan diselenggarakan pada bulan April. Masyarakat Indonesia tentunya sedang sibuk memantau dua kandidat yang masuk dalam daftar CAPRES dan CAWAPRES Indonesia 2019. Berita politik yang ada hari ini pun terus dihubungkan dengan kedua kandidat ini. Beripublik yang muncul tentang pidato ‘Indonesia Menang’ yang digelar oleh capres dan cawapres nomor 2 pun turut menjadi penilaian.  

Berita Politik
 
Dalam berbagai upaya para capres dan cawapres tentunya akan menunjukkan kelayakan mereka untuk menjadi Presiden Indonesia berikutnya. Meski begitu kacamata masyarakat tetaplah memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menetapkan pilihan. 
 
Opini Masyarakat Tentang Pidato ‘Indonesia Menang’
Pendapat yang muncul dari Tim Kampanye Nasional Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pidato tersebut mendaur ulang isu yang sudah terjadi. Rakyat tentu memiliki penilaian sendiri atas pidato yang disampaikan. Isu lama atau pun baru yang disampaikan oleh paslon nomor 2 tentunya akan menjadi penilaian tersendiri bagi rakyat. Mata rakyat tentunya bisa bersikap objektif dalam menilai berbagai upaya yang dilakukan oleh para paslon.
 
Bagi masyarakat yang cerdas tentu saja membuktikan pidato bertajuk ‘Indonesia Menang’ dengan berbagai data-data pendukung. Jika ada yang menelannya bulat-bulat atau langsung percaya itu merupakan pilihan. Setiap orang berhak untuk menentukan pilihannya, hak suara menjadi hak veto dari masing-masing pemilik identitas. 
 
Pidato yang disampaikan paslon nomor 2 pada Senin, 14 Januari 2019 kemarin memang menimbulkan berbagai kontroversi. Hal ini terlihat dari ramainya berita politik yang membahas ini. Pemaparan berbagai visi-misi sekaligus mengkritik beberapa kebijakan pemerintah dari bidang ekonomi dan juga aparat negara. Dua aspek yang dianggap menjadi permasalahan penting hari ini. Kedua paslon yang ada tentunya memiliki visi-misi untuk membuat Indonesia menuju ke arah yang lebih baik lagi. 
 
Seperti yang diinginkan seluruh rakyat Indonesia agar semua aspek permasalahan ke depannya dapat teratasi. Sama-sama diketahui beberapa masalah yang terjadi di Indonesia hari ini salah satunya terkait dengan beras. Para petani yang bersedih karena saat panen beras, justru pasokan beras dari luar negeri ikut banjir. Tidak hanya beras, tetapi berbagai sembako lainnya. 
 
Hal ini tentu saja memerlukan kebijakan untuk mengatasinya agar bisa mendapatkan solusi terbaik untuk seluruh pihak. Rakyat tentu dapat menelusuri dengan jauh seluk-beluk dari permasalahan yang terjadi ini. Masalah Indonesia yang ada hari ini tentu bukan hanya akan menjadi pemikiran aparat pemerintah atau Presiden ke depannya. Tetapi menjadi upaya bersama untuk sama-sama bangkit memperbaiki segala aspek yang ada. 
 
Pemilihan Presiden tentu saja bukan sekadar menjadi evaluasi untuk aparat tertentu, tetapi juga menjadi evaluasi seluruh rakyat Indonesia. Sudah sejauh apa kontribusi yang kita lakukan untuk Indonesia hari ini. Apa pun visi-misi yang akan disampaikan oleh para paslon, pemilihan umum tetap harus dijaga agar berjalan dengan damai. Sebab pemilihan yang dilakukan adalah untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik ke depannya dalam segala aspek. 
 
Pidato yang disampaikan oleh paslon nomor 2 bukanlah menjadi bahan tudingan atau cercaan, tetapi menjadi bahan untuk sama-sama melihat kekuatan dari visi-misinya. Tetaplah berpikir secara objektif agar bisa didapatkan sebuah hasil pikiran yang jernih dan tentunya tanpa melibatkan emosional. 
 
Kita semua tentu ingin pemilihan Presiden berjalan dengan pelaksanaan yang demokrasi, tanpa adanya kericuhan. Hal ini dapat berjalan jika mendapatkan dukungan dan kerja sama semua rakyat Indonesia untuk bersikap damai. Apa pun hasil pemilu nantinya, seluruh keinginan tertuju untuk Indonesia yang lebih maju ke depannya. Indonesia dapat menjadi negara yang semakin meningkat kualitasnya di berbagai bidang.

Sejarah Singkat Ahok Hingga Menjadi Pejabat


ahok
Ahok memang selalu menjadi sorotan, apapun yang dia kerjakan tidak akan lepas dari mata masyarakat, dan dibalik itu semua, ahok punya ceritatersendiri mengapa dia bisa menjadi pejabat, seperti yang absolutediane.com kutip dari liputan6.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat muda tidak pernah bercita-cita jadi pejabat. Menurut Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu, keinginannya saat muda justru menjadi konglomerat atau pengusaha sukses.

Apa yang membuat Ahok berputar arah hingga mau menjadi pejabat? Jawabannya adalah ayah kandung Ahok, yakni Indra Tjahaja Purnama alias Kim Nam.

Ahok menceritakan ramalan ayahnya di acara bedah buku 'A Man Called Ahok' karya selebtweet Rudi Valinka alias @kurawa di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017).

Cerita bermula pada 1995, saat itu Ahok menggantikan posisi ayahnya yang sakit di perusahaan pertambangan milik keluarga di Belitung Timur.

Namun, saat itu Ahok sempat putus asa lantaran dikerjai pejabat korup. Sang ayah, meminta Ahok bertahan dan tidak pergi ke luar negeri.

"Hok, kamu tidak boleh pergi ke luar negeri. Rakyat miskin membutuhkan kamu," nasihat ayah Ahok.

"Mana mungkin, muka minyak babi seperti kita bisa jadi pejabat?" jawab Ahok saat itu.

"Percayalah, satu hari kelak rakyat akan langsung memilihmu untuk perjuangkan nasib mereka," kata ayah Ahok kala tahun 1995.

Ahok menuturkan, pada tahun itu, belum ada pemilihan wakil rakyat langsung. Namun, ayahnya meramalkan Ahok pasti jadi pejabat yang dipilih langsung rakyat.

Sepuluh tahun kemudian, yakni 2005, ucapan ayahnya terbukti. Ahok terpilih langsung oleh rakyat menjadi bupati Belitung Timur, tanpa melalui pemilihan DPRD.