Rumah adalah aset yang sangat berharga untuk dimiliki seseorang. Anda bisa membelinya dengan memanfaatkan fasilitas kredit atau membelinya secara kontan dengan biaya sendiri atau juga bisa membangunnya dari awal dengan terlebih dahulu membeli tanah dan juga bahan material.
Di kota – kota besar misalnya Jakarta, rumah minimalis bisa menjadi pilihan yang tepat karena minimnya lahan yang ada. Jika Anda memilih rumah minimalis untuk hunian Anda, perlu memperhatikan beberapa hal agar dapat membangun rumah dengan biaya yang murah. Berikut perhitungan bangun rumah murah yang pas jika Anda ingin membangun rumah minimalis :
- Biaya untuk membayar tenaga kerja
Untuk borongan jasa yang dibayarkan hanya jasa saja, untuk bahan material harus disediakan sendiri. Sedangkan bahan material harus disediakan sendiri.
Untuk segi waktu, sistem borongan biasanya akan lebih cepat daripada sistem harian. Tetapi jika rumah yang dibangun sudah selesai dan Anda ingin mengubahnya, sistem harian bisa menjadi pilihan daripada sistem borongan yang membutuhkan desain rumah yang Anda inginkan.
- Luas tanah dan bangunan
Selanjutnya yaitu biaya bangunan. Yang dimaksud biaya bangunan disini adalah perkiraan biaya untuk membeli material seperti batu bata, semen, pasir, dan lainnya. Anda bisa membicarakan masalah biaya bangunan ini kepada kepala pekerja, misalnya apa saja material yang dibutuhkan jika menggunakan sistem harian.
Misalnya Anda memilih sistem borongan penuh. Maka, biaya yang perlu untuk dikeluarkan dengan harga borongan penuh Rp3,5 juta per meter persegi : 21 x 3.000.000 = Rp63.000.000. Jadi, total membeli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh) : Rp48.000.000 + Rp63.000.000 = Rp111.000.000.
- Biaya lain - lain
Itu dia informasi mengenai perhitungan membangun rumah minimalis. Semoga bisa membantu Anda yang ingin membangun rumah dari awal, tetapi masih bingung bagaimana perhitungannya.
